Inflasi Kota Sukabumi

Inflasi sebesar 0.48 persen terjadi pada bulan Juni 2014

Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi secara serentak dialami oleh seluruh kelompok pengeluaran di Kota Sukabumi, kecuali kelompok pendidikan rekreasi & olahraga yang tidak mengalami perubahan IHK yang berarti di bulan juni 2014 dibanding bulan sebelumnya. Kelompok bahan makanan mengalami inflasi tertinggi di bulan ini, yaitu sebesar 1,55 persen, lalu diikuti oleh kelompok kesehatan 0,52 persen,  kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau 0,27 persen, kelompok sandang 0,17 persen, kelompok prumahan, air, listrik, gas & bahan bakar 0,06 persen serta kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan 0,01 persen.

Perubahan  harga komoditas di Juni 2014 terjadi pada 103 jenis barang/jasa yang menjadi bagian dari paket komoditas pantauan survei Harga Konsumen (HK) di Kota Sukabumi, dengan rincian 73 komoditas memberikan andil inflasi dan 30 komoditas lainnya menyumbangkan andil deflasi. Secara umum inflasi Kota sukabumi di bulan Juni 2014 dominan dipengaruhi oleh fluktuasi harga barang di kelompok bahan makanan, seperti daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, jengkol dan mie kering instan yang mengalami kenaikan harga secara signifikan sehingga menjadi lima penyumbang andil inflasi tertinggi, serta beras, bayam, cabai rawit, petai, daging sapi dan cabai merah yang mengalami penurunan harga sehingga memberikan sumbangan andil deflasi di bulan ini. Kemudian kenaikan harga rokok kretek, rokok kretek filter, biskuit dan juice buah menyumbangkan andil inflasi dari  kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau. Kebijakan pemerintah untuk menaikan tarif Listrik di bulan Juni 2014 tercatat sumbangan inflasinya pada IHK Kota Sukabumi namun karena kenaikan tersebut hanya berlaku untuk rumah tangga dengan daya listrik 1300 W keatas maka andil yang diberikan hanya 0,37 persen terhadap nilai inflasi umum.  Emas perhiasan yang termasuk dalam kelompok sandang memberikan andil inflasi di Juni 2014. Kenaikan tarif jasa dokter gigi yang menjadi responden survei HK, naiknya harga parfum, sabun wajah dan vitamin merupakan beberapa barang/jasa dari kelompok kesehatan yang memberikan andil inflasi. Kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan menyumbangkan andil inflasi melalui bahan pelumas/oli.

Inflasi gabungan 7 kota IHK di Provinsi Jawa Barat bulan Juni 2014 sebesar 0,38 persen. Inflasi tertinggi terjadi pada Kota Sukabumi 0,48 persen, kemudian Kota Bekasi 0,47 persen, Kota Bogor 0,46 persen, Kota Depok dan Kota Tasikmalaya masing-masing sebesar 0,43 persen, Kota Cirebon 0,33 persen dan terakhir Kota Bandung 0,20 persen.

 

Inflasi Nasional Bulan Juni 2014 sebesar 0,43 persen, dari 82 kota/kab yang menjadi pantauan, 76 diantaranya terjadi inflasi dan lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi dialami oleh Kota Ternate sebesar 2,17 persen dan terendah di Kota Tual 0,06 persen. Sementara Kota Maumere mengalami deflasi tertinggi sebesar 0,72 persen dan terendah sebesar 0,09 persen di Kota Pematang Siantar.

  • Pendataan Potensi Desa (PODES) 2014

    Saat ini BPS sedang melakukan pendataan Potensi Desa (1-30 April 2014). Pendataan PODES dilakukan tiga tahun sekali mengawali tiga macam sensus yang dilakukan oleh BPS, yakni Sensus Penduduk, Sensus Pertanian, dan Sensus Ekonomi.

    Pendataan PODES bertujuan menghasilkan data spesifik bagi keperluan pembangunan wilayah dan memberikan indikasi awal tentang potensi wilayah, ketersediaan infrastruktur/fasilitas, serta kondisi sosial ekonomi dan budaya di setiap desa/kelurahan.

    Pelayanan Data Berbasis PNBP

    Data yang dihasilkan BPS, baik yang bersumber dari sensus maupun survei, banyak yang menjadi rujukan di berbagai lapisan masyarakat sebagai dasar pengambil kebijakan atau analisis terhadap suatu fenomena. BPS pun terus berupaya untuk memberikan pelayanan yang easier, better, faster, dan cheaper kepada para pengguna data.

    Survei Biaya Hidup (SBH) 2012

    Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan salah satu data strategis Badan Pusat Statistik (BPS) yang diperlukan sebagai dasar penentuan kebijakan Pemerintah. Persentase perubahan IHK atau lebih dikenal dengan istilah tingkat inflasi/deflasi merupakan indicator ekonomi penting yang kualitas datanya perlu ditingkatkan dari waktu ke waktu.

    TNP2K Menerima PPLS 2011 BPS sebagai Basis Data Terpadu Untuk Program Perlindungan Sosial

    JAKARTA, TNP2K - Bertempat di Istana Wakil Presiden, Jumat pagi (20/1/2012), telah dilakukan penyerahan hasil akhir Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) 2011 sebagai Basis Data Terpadu Program Perlindungan Sosial antara pelaksana tugas Kepala BPS, Suryamin (sekarang telah menjadi Kepala BPS), kepada Sekretaris Eksekutif Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), Bambang Widianto.

    Halaman

    Berlangganan BPS Kota Sukabumi RSS