Kesehatan

Di tahun 2010 diperkirakan terdapat 51.177 PUS di Kota Sukabumi, dimana 81,96 persen diantaranya telah menjadi akseptor KB aktif. Sementara di tahun 2008 dan 2009 perbandingan peserta KB terhadap PUS adalah masing-masing sebesar 77,72 persen dan 78,39 persen. Peningkatan persentase tersebut dapat mengindikasikan semakin tingginya kesadaran PUS terhadap manfaat KB dalam kehidupan. Ditinjau dari jenis alat yang digunakan, program KB terbagi atas Hormonal dan Non Hormonal. Secara keseluruhan KB Hormonal lebih banyak dipakai oleh akseptor KB aktif di Kota Sukabumi, dengan 59,35 persen menggunakan suntik sebagai alat KB pilihannya. Jenis alat KB non hormonal yang paling banyak digunakan adalah IUD, yakni 7,52 persen dari jumlah seluruh akseptor KB aktif.

Fasilitas kesehatan yang memadai adalah faktor pendukung yang sangat penting dalam pembangunan di bidang kesehatan. Selain memiliki satu buah RSUD, yaitu RSUD R.Syamsudin, di Kota Sukabumi juga terdapat 15 Puskesmas yang 3 diantaranya memiliki fasilitas rawat inap. Untuk menjangkau masyarakat secara lebih maksimal, didirikanlah 20 puskesmas pembantu yang tersebar di tujuh kecamatan untuk memberikan pelayanan kesehatan. Jumlah apotek di suatu daerah dapat menjadi indikator fasilitas kesehatan, yaitu akses memperoleh obat, dengan luas wilayah sekitar 48 km2 Kota Sukabumi memiliki 44 apotik, yang berarti secara rata-rata setiap 1,09 km2 terdapat sebuah apotik.

Statistik Kesehatan Kota Sukabumi